Monoshock Bukan Modif

Motor sport sekarang menggunakan monoshock agar lebih ringan, lincah, dan gesit. Namun tidak untuk Pulsar motor purba. Konstruksi rangkanya berbeda, distribusi berat sangat berpengaruh untuk motor ini. Hanya karena dianggap “keren” sampai menghilangkan fungsi.


Pada pulsar yang saya dapati sudah dimodif dengan monoshock, kesan pertama yaitu “keren” namun saat diuji coba untuk selap-selip (ugal) saya menemukan ada yang janggal. Respon motor telat saat banting setir dari kanan-kiri kembali ke kanan, seakan-akan ban belakang melintir. Perlu dipahami bahwa rangka model single down tube, dan arm yang panjang inilah yang membuatnya tidak cocok pasang monoshock, ibaratnya shock tidak mempunyai pegangan dan posisi yang tepat untuk bekerja, walaupun disamakan dengan motor, misalnya megapro mono.

rangka pulsar 135

Namun yang menjadi perhatian saya adalah distribusi berat. Monoshock akan membuat bagian belakang menjadi lebih ringan, ini terdengar bagus tapi tidak. Justru kehilangan stabilitasnya, beban belakang yang ringan ini jelek untuk kecepatan tinggi. Kesimpulannya, beratnya bobot motor ini adalah sebuah fitur. Juga sebagai penompang berat, untuk bonceng atau bawa barang. sehingga saya kembalikan lagi ke twinshock.

Comments