- Bengkel
- Menjual Fantasi
Pada awalnya muncul Pulsar di Indonesia mereka kagum dengan desain, performa, km/l, ketangguhan, dsb. Semua itu sudah tidak relevan jaman sekarang, dengan adanya motor yang lebih mudah perawatan, jaminan ketersediaan sparepart, dan harga yang masuk akal.
Biasanya orang mengagungkan Pulsar sedang bernasib baik, dan orang yang kurang beruntung memilih diam, jual harga murah, atau rongsok. Aneh, semua cerita fantastis hanyalah omong kosong, dengan gaya hiperbola, kenyataannya ya... suram. Sehingga Pulsar yang banyak dijual ini kondisinya tidak jelas. Beruntung sekali mendapatkan penjual yang jujur apa adanya.
- Part
Pada part original penjualnya mengimpor untuk stok jualan mereka, dan itu memakan waktu yang panjang ada 2-6 bulan baru sampai ke tangan mereka. Disebabkan oleh birokrasi indonesia yang sangat buruk. Kondisi seperti ini yang membuat harga sparepart mahal.
Belum lagi kasus penjual memanfaatkan kelangkaan dengan menjual “bungkus” part original isinya bukan.
Diperparah adanya part revisi dari Bajaj yang tidak semua orang tahu. Tapi dilabeli untuk motor Pulsar yang sama. Begitulah repotnya sparepart original bajaj.
Karena kondisinya begitu, maka memutuskan untuk memakai merk aftermarket agar terhindar dari harga yang mahal. Sialnya, merk aftermarket memiliki satu celah fatal yaitu “kepresisian” dari produk mereka. Mereka hanya membuat produk dari “satu sample” dengan wujud yang sama persis, tapi spesifikasinya berbeda. Banyak sekali yang tidak mengetahui itu, baik penjual atau produsen. Hanya masalah ketebalan yang berbeda sekian milimeter, itu sudah bisa menjadi awal sebuah masalah. Karena kita membayar part tersebut harapannya langsung pasang, bukan malah direpotkan sampai mengeluarkan uang, tenaga, dan pikiran.
Akhirnya mencapai kesimpulan, bahwa orang yang ingin memelihara motor ini harus memiliki mental yang kuat seperti pemilik motor minoritas, Ducati, HD, BMW, dsb. Mereka rela mengorbankan waktu, uang, tenaga, dan pikiran. Meskipun pada akhirnya tidak membuahkan hasil untuk setiap masalah yang dihadapi. Orang yang masih manja, kebanyakan ngeluh, kebanyakan menuntut ini-itu hanya modal kebanggaan semu dari motor murah, berakhir dirongsokan. Mereka menyerah karena kenyataan yang pahit ini. Sehingga jika ingin hidup tenang dengan kendaraan yang selalu siap, jauhilah produk Bajaj ini. Bisa jadi keraguan anda selama ini benar, tidaklah pantas untuk memuaskan nafsu singkat itu.
Belum lagi kasus penjual memanfaatkan kelangkaan dengan menjual “bungkus” part original isinya bukan.
Diperparah adanya part revisi dari Bajaj yang tidak semua orang tahu. Tapi dilabeli untuk motor Pulsar yang sama. Begitulah repotnya sparepart original bajaj.
Karena kondisinya begitu, maka memutuskan untuk memakai merk aftermarket agar terhindar dari harga yang mahal. Sialnya, merk aftermarket memiliki satu celah fatal yaitu “kepresisian” dari produk mereka. Mereka hanya membuat produk dari “satu sample” dengan wujud yang sama persis, tapi spesifikasinya berbeda. Banyak sekali yang tidak mengetahui itu, baik penjual atau produsen. Hanya masalah ketebalan yang berbeda sekian milimeter, itu sudah bisa menjadi awal sebuah masalah. Karena kita membayar part tersebut harapannya langsung pasang, bukan malah direpotkan sampai mengeluarkan uang, tenaga, dan pikiran.
- Tidak semua orang sanggup
Akhirnya mencapai kesimpulan, bahwa orang yang ingin memelihara motor ini harus memiliki mental yang kuat seperti pemilik motor minoritas, Ducati, HD, BMW, dsb. Mereka rela mengorbankan waktu, uang, tenaga, dan pikiran. Meskipun pada akhirnya tidak membuahkan hasil untuk setiap masalah yang dihadapi. Orang yang masih manja, kebanyakan ngeluh, kebanyakan menuntut ini-itu hanya modal kebanggaan semu dari motor murah, berakhir dirongsokan. Mereka menyerah karena kenyataan yang pahit ini. Sehingga jika ingin hidup tenang dengan kendaraan yang selalu siap, jauhilah produk Bajaj ini. Bisa jadi keraguan anda selama ini benar, tidaklah pantas untuk memuaskan nafsu singkat itu.

Comments