Mesin pulsar ini memiliki ciri khas dengan suaranya yang berisik saat idle, tapi setelah jalan dan mencapai rpm tertentu suara itu hilang. Tapi kalau bukan begitu, ada masalah dengan mesin.
Siapa sangka suara mesin pulsar seperti CBR klotok-klotok tapi saya tidak bangga dengan itu. Masalahnya adalah kami memiliki masalah yang sama, tapi juga memiliki solusi yang sama. Suara berisik yang disebabkan oleh rantai cam (keteng) karena kendor atau tensionernya yang sudah rusak. Sehingga menggesek selongsong busi kanan. Jika dibiarkan terus menggesek bisa bolong dan oli keluar.
Perhatikan tensioner bawaan supra dan CBR meskipun sama tapi mekanismenya beda. Jika supra menggunakan per yang bisa disetel setelah dipasang. CBR harus disetel dulu sebelum dipasang karena mekanismenya one-way menggunakan per sebagai penahan.
Sedangkan pada pulsar mirip punya supra tapi tonjokan lebih panjang, hampir sama dengan CBR, kalau mencari yang mirip supra tapi sepanjang CBR tidak ada. Bahkan yang ngaku part pulsar saja cuma ganti bungkusnya, wkwkwk
Saya beli dari merk aftermarket, TAKA, cuma tutupnya ringkih gampang rusak. Per bawaan perlu di potong sedikit agar tidak kepanjangan yang berakibat terlalu menekan malah membuat bantalan rantai cepat haus. Juga resiko cam (noken) cepat aus karena rantai terlalu kencang sehingga bunyi suara tukang kue putu. Pemasangan di pulsar cukup ribet karena, terhalang dinamo starter.


Comments