Aki Basah: Panjang Umur Tapi Merepotkan

Murah umur panjang, siapa yang tidak suka? Itulah accu basah, namun umur panjang tersebut ada yang harus ditebus, yaitu rajin-rajin isi air accu.

Sepengalaman saya merawat aki tersebut tidak begitu merepotkan, cuma tambah air accu (biru), setiap 2-3 bulan sekali. Kemudian setelah pemakaian setahun perlu kuras accu, dan ganti air zuur (merah) sama seperti sama saat pertama kali beli accu. Karena cell sudah banyak yang rontok. 


  • Perlu diperhatikan jika menggunakan accu basah ini adalah jangan sampai lupa nambah air.
  • Selang pembuangan uap accu bisa membuat korosi rangka motor sehingga ada selang yang cukup panjang yang diarahkan ke bawah.
  • Terakhir, ketika motor jatuh air accu ini dapat keluar dari selang pembuangan uap accu, dan air membuat korosi rangka atau cat body.

Jika tidak mau repot bisa menggunakan aki “kering”, tapi aslinya bukan kering tapi “sealed”. Aki sekali isi, sekali pakai sampai rusak. Kalaupun ngeyel diisi ulang, tidak akan normal 100% karena kapasitasnya sudah drop.


Sampai pada akhirnya saya merakit baterai dari cell LiFePo4 dengan sifatnya yang lebih simple, ringan, aman dari cairan, terutama mampu menahan voltase dengan jangka waktu yang cukup lama bahkan 3 bulan tidak dipakai masih bisa starter elektrik. Tapi yang harus diwaspadai adalah overvolt pada pengisian itu berbahaya untuk baterai ini, kalau sampai terbakar ya sudah.

Comments