Daftar Penyakit Pulsar 135 - Pulsar 135LS

Daftar Penyakit Pulsar 135

Lima tahun pengalaman merawat motor sialan ini, dan berikut daftar masalah ditemukan pada motor ini:

  • Oli rembes, tutup head tidak ditambahkan sealant
  • Seal area mesin kualitas jelek = gampang bocor
  • Bearing roda mudah ambrol. Gunakan bearing dengan kode tambahan C3
  • Gear depan tetap rembes dengan seal baru, o ring as gear belum diganti.
  • Getaran mesin, jok, stang, kaki pada rpm tinggi. Efek dari engine mount tidak menggunakan bushing.
  • Stang ori tetap getar tapi tidak kendor. Di dalam stang ori ada bushing peredam yang tidak dijual eceran, beli pipa stang ori lagi yang baru, atau ganti stang biasa aja.
  • Spakbor depan patah, plat nomor motor di indonesia terlalu besar.

  • Listrik putus-putus, kabel body sudah ketuaan, oksidasi dan keropos. Sekring tabung original konektornya gampang kendor.
  • Lampu kedip mengikuti mesin HCU sudah melemah.
  • 2 Klakson tidak mau bunyi, kalau dites satu-satu bunyi. HCU sudah melemah.
  • Accu tidak mengisi karena Stator / Regulator / Kapasitor atau jalur kelistrikan mereka yang bermasalah.
  • Kelistrikan terbakar, karena ngeyel tidak mau pakai aki
  • Speedometer LCD buram, akibat kelamaan dijemur, ganti polaris.
  • Indikator baterai di speedometer berkedip?

  • Setiap mesin hidup, RPM naik terus walau mesin sudah panas. Kabel sensor temperatur kendor atau putus.
  • Mesin panas dimatikan, lalu tidak mau hidup lagi. Akibat main jumper, waspada regulator atau CDI mau mati.
  • Mesin panas mati, ditunggu dingin hidup lagi. Waspada aki tidak mengisi.
  • Brebet. Dari kelistrikan (aki/koil/busi) dari karbu (filter udara/jet/vakum) dari kompresi (valve/intake karet-oring)
  • Tenaga ngempos setelah ganti kopling. Akibat asal pasang kopling.
  • Tombol starter tidak berfungsi, kecuali posisi gear netral. Saklar kopling bermasalah. Saklar kopling original rawan copot dan hilang.
  • Kick starter ngelos. Per patah.
akan ditambah lagi jika ditemukan berikutnya!

Comments