Ban Kingland: Duo Kucing Hutan

Baru saja dapat THR tapi si Pulsar malah minta ganti ban. Tak bisa ditahan, langsung ke toko ban, dan menemukan merk Kingland. Produsen ban lawas yang kembali muncul ke pasaran. Dijual dengan sebutan "hapus merk" saya penasaran apa maksudnya, dan tentu jika saya tanyakan ke penjual dia tidak akan menjelaskannya karena itu dagangan mereka.

VISUAL

Secara penampilan tidak ada yang mencolok, seperti menjual sebuah fitur, atau apalah marketing mereka. Diberi nama King Tiger tidak mencermikan macan itu sendiri, dengan ukuran 70/90 dipasang untuk ban depan. Sedangkan King Jaguar, juga sama tidak mencerminkan namanya haha... ini dipasang untuk ban belakang dengan ukuran 100/80.


 

PERFORMA

Kompon medium sedikit soft. Cocok untuk jalan aspal indonesia yang tidak pernah mulus. Untuk jalan kondisi basah-kering, tanah-aspal, tidak ada masalah sama sekali. Bahkan saat terik panas kemarau tidak menambahkan grip seperti ban Aspira di motor Xeon RC.

Durabilitasnya cukup baik, sampai 2 Tahun dengan pemakaian harian 30km dan sesekali 100km.  Kondisi ban ulirnya hampir hilang. Tekanan angin standar Bajaj adalah 35psi untuk depan dan belakang 32psi. Tapi pada ban ini saya dapatkan 20/27psi. Jika mengikuti standar Bajaj saat kecepatan tinggi saya merasa kehilangan cengkraman ban.


  • Update Februari 2025
Ini yang menarik, karena harganya lebih murah dengan trik “hapus merk” ini yang menjadikannya sebuah kekurangan, karena ban ini tidak lolos QC!

Dalam setahun sudah terlihat karet retak meskipun masih lentur dan tekanan angin terjaga. Dan cepat sekali anginnya berkurang, setiap minggu harus mengisi, biasanya dua minggu sekali.

Ban depan pernah tiba-tiba anginnya lepas, karena kondisi bead (kawat ban) sudah rusak tidak mau mengikat bibir velg. Berakhir dengan dipakaikan ban dalam. Sialnya ban dalam juga gampang bocor karena konstruksi ban yang sudah rusak.

Sehingga saya berkesimpulan ban “hapus merek” ini tidak layak untuk dibeli, terlalu beresiko.

Comments